Saat lembaran maya ini saya buka.. begitu berat jari-jari saya untuk mulai merangkai kata.. entah kenapa.. bukan karena suara bising mesin turbin dan generator di balik ruang tempat saya duduk sekarang.. dan juga bukan karena suara keras steam dalam pipa panas di luar bangunan dimana saya bekerja sementara.. udara pegunungan bertemperatur 14 derajat pun tidak begitu membuat jemari saya lantas kaku tak bergerak.
Bukan..bukan karena itu. Suara gaduh dalam qalbu saya ternyata.. ya dia mengadu satu hal pada saya,”mungkin setelah ini kamu akan merasakan kesulitan yang sangat..“. Itu saja yang dia sampaikan.. Sesaat saya diam,saya mencoba untuk mencerna pesan singkat hati saya.. Apa yang sebenarnya engkau kuatirkan wahai qalbu.. engkau kembali membuatku berhenti sejenak dan berfikir…. “Memang seharusnya demikian!!”,timpalnya cepat.. “sudah lupakah kamu, berapa banyak manusia sebelum kamu yang lupa akan dirinya sendiri..karena dunia ini dia menyombongkan diri..karena wanita dia halalkan tipu daya..karena lembaran-lembaran harta dia membabi buta merenggut nyawa saudara..karena impian palsu dia hiasi diri dengan segala puji..karena kefanaan dia merampas kekuasaan Sang Kuasa. Aku mencintaimu wahai jiwa..”.
Akhirnya sayapun diam terpejam..berharap qalbu melanjutkan belaiannya.. “Wahai adam, betapa aku mengkuatirkanmu..akulah yang sebenarnya mengenalmu..meski engkau begitu sering mengacuhkan aku. akulah yang selalu membisikimu dengan pesan Rabb-mu.. pesan yang tidak pernah ada keraguan dan kesalahan..”. Dialog singkat dengan qalbu berakhir saat saya menghela nafas panjang teriring istighfar…
Sahabat..saudaraku..saya yakin engkau lebih mengerti, sedang saya hanya belajar dan mengira.. ya..sebuah pesan qalbu. Pesan yang menyakinkan diri untuk selalu waspada akan segala salah dan dosa yang terulang, meluruskan niat untuk terus menerus memperbaharui diri,dengan keyakinan dan ketaatan.
Sebuah pesan yang mengantarkan saya pada lembaran maya ini..tidak untuk yang lain kecuali hanya untuk belajar dan memperbaiki diri..
mohon maaf…:)