Kuda Besi
terawali dengan senyum:)
Ya semoga tercurah ketenangan..dalam fikir..pandangan..gerak raga..dan hati ini tentu, sahabat…
Setelah salam dan harapan tentang suatu hari nanti..kini saya mencoba untuk kembali belajar untuk yang kedua kali..semoga disetiap hurufnya..acakan katanya..ataupun kumpulan ejaannya hanya akan membawa manfaat,bukan khilaf.
Sahabat..
Teringat sebuah penggalan peristiwa indah,menurut saya, pada suatu perjalanan ke sebuah kota di tengah pulau jawa.. sebuah kota yang dikelilingi “pasak-pasak” ALLAH.. yang bertepikan samudra..yang diramaikan oleh simpang jalan..dan yang selalu mengenalkan diri dengan riuh pasar Johar. Itu saja yang saya tahu tentang kota itu, selebihnya adalah pengetahuan yang tidak sempurna..Sebuah perjalanan setelah senja. Perjalanan untuk bertemu saudara.
Saat hari mendekati tengah malam, saya masih harus terus mencari tempat dimana saudara saya tadi tinggal..karena tidak ingin membuat repot saudara dan terlebih tidak ingin membuatnya cemas saya pun terus berjalan dan mencari.Satu dua jam berlalu. Saya masih berjalan membelah malam yang sudah tidak terlihat lagi keramaian di tepi kota itu. Jalan yang menanjak dan turunan pun terlewati..keringat pun terus mengucur melawan dinginnya malam saat itu.. Soal yang satu ini mungkin tidak begitu memberatkan raga saya karena sebelumnya saya memang senang untuk mengolah raga..tapi kecemasan saudara yang begitu terfikirkan..ya semoga dia tetap tenang menunggu adiknya yang sedikit nakal ini,fikir saya waktu itu.
Setelah kiloan meter terlewati, saya bertemu dengan seorang bapak dan mencoba bertanya kepadanya. Dengan kerelaan dan perhatian yang tinggi dia menunjuki arah yang sedang saya tuju malam itu. Perjalanan saya lanjutkan setelah salam dan ucapan terima kasih kepada bapak itu.. Ah..memang ketika AL HADI belum memberi petunjukNYA maka tidak ada seribu manusiapun yang dapat memberinya petunjuk.. iya dan saya pun kembali belum menemukannya dan justru semakin menjauh dari tujuan saya..
Saya kembali berjalan dan kali ini tanjakan harus saya lalui lagi. Di tengah tanjakan saya coba berhenti dan mencoba menghela nafas. Ya saya menyadari saya merasa kepayahan yang sangat, saat itu saya mengarahakan pandangan ke belakang seraya berucap pelan, ALLAHU AKBAR…dan berharap kekuatan untuk meneruskan perjalanan.
Tak lama setelah berjalan kembali saya pun mencoba mengarahkan padangan ke belakang lagi dan saya dapati seorang pemuda yang sebaya dengan saya sedang mendorong kuda besinya. Tidak tega melihat hal itu saya pun mendekati pemuda tadi dan langsung menawarkan bantuan. Dengan agak sungkan pemuda itu pun mengiyakan dan berucap terima kasih. Senyum saya pun menyambut, perbincangan terjadi dan mengiringi kami mendorong si kuda besi yang sedang haus itu. Ya ternyata pemuda tadi kehabisan bahan bakar. Ditengah perjalan mencari bahan bakar pemuda tadi ternyata berbalik menawarkan diri untuk mengantarkan saya ke tempat saudara. Akhirnya kami menemukan tempat pengisian bahan bakar dan pemuda itu mengantarkan saya ke tempat tujuan yang ternyata masih sangat jauh. ALLAHU AKBAR….
Sahabat…:)
Sebuah penggalan cerita yang sangat sederhana dalam hidup saya namun sarat makna yang begitu berharga bagi proses pembelajaran diri saya.
Ya ALLAH…Alhamdulillah..Engkau ajari hamba arti keberadaan-MU.. dimanapun hamba ada, disitu hamba menginjak bumi-MU dan di bawah langit_MU, maka tidaklah pantas hamba berlaku sombong atas apa yang hamba punya, karena itu semata-mata hanyalah kepunyaan-MU..tidaklah pantas hamba berputus asa atas rahmat-MU yang begitu luas..tidaklah pantas hamba berprasangka buruk kepada-MU karena Engkau “mengikuti” hamba..tidaklah pantas hamba berbangga diri dengan maksiat dan dosa yang kian hari kian bertambah..tidaklah pantas hamba lupa bahwa Engkau selalu awas dan begitu teliti..
Terima kasih Ya HADI..Engkau ajari hamba, bahwa hanya Engkaulah Sang Pemberi Petunjuk yang sebenar-benarnya..satu,seratus,seribu,sejuta manusia atau bahkan semua makhluk-MU bersatu untuk memberi hamba petunjuk maka tidak akan hamba dapat pentunjuk itu jika Engkau kehendaki hamba tersesat..dan semua makhluk-MU tidak akan mampu menyesatkan hamba ketika Engkau memberi petunjuk…
Ya Penguasa Jiwa ini.. tidak terfikirkan oleh hamba dari arah mana nikmat Engkau datangkan untuk hamba..karena memang Engkau kuasa atas segala sesuatu..dan Engkau datangkan salah satu nikmat-MU yang indah dengan seorang pemuda berkuda besi…
Juli 7, 2008 pada 1:17 am
Sebelum masuk ke “pemuda berkuda besi” aku malahan pefikir hari gini
masih dibawa susah?, kan bisa nelpon dan mastiin agar mereka gak usah repot menjemput kalo alasannya gak mau repotin… Tapi setelah masuk dan mbaca paragraf pemuda berkuda besi till the end, baru tersadar, mengingatkan kembali bahawa sebenarnya hidup ini tak pernah lepas dari
pantauannyaNya, kasih sayangNya, Dia Maha Membari, Maha Penyantun
Subhaanallaah….Kesibukan, kenikmatan duniawi yang selalau membuai, mencuri hati kita hingga tak tersisa untuk sekedar mengingat, apalagi mensyukuri nikmat yang telah dilimpahkanNya untuk kita…. Astaghfirullaahaladziim…..
Btw, nice post…
Juli 7, 2008 pada 1:18 am
aku malah berfikir, maksudnya.
Juli 7, 2008 pada 3:38 am
ketika ketulusan tereksfresikan
maka pahala ak hanya kita rasakan di akhirat kelak
dunia sudah menunjukkannya dengan cara yang beda
Juli 7, 2008 pada 5:05 pm
Malu ketika membaca betapa indahnya rantaian kata di blog ini … saya Mahdiyah, yang sering kamu sebut, ajari saya hidup
Juli 7, 2008 pada 7:42 pm
“Tak lama setelah berjalan kembali saya pun mencoba mengarahkan pandangan ke belakang lagi dan saya dapati seorang pemuda yang sebaya dengan saya sedang mendorong kuda besinya. Tidak tega melihat hal itu saya pun mendekati pemuda tadi dan langsung menawarkan bantuan. Dengan agak sungkan pemuda itu pun mengiyakan dan berucap terima kasih. Senyum saya pun menyambut, perbincangan terjadi dan mengiringi kami mendorong si kuda besi yang sedang haus itu. Ya ternyata pemuda tadi kehabisan bahan bakar.”
TRIK-NYA BOLEH JUGA NIH…
DENGAN MEMBANTU SANG PEMUDA TERSEBUT, ANTUM BISA NGOJEK GRATIS
**btw, gak becek khan**
JADI, QT EMANG JANGAN MENYEPELEKAN SUATU AMALAN (YG BAIK TENTUNYA). MESKIPUN MUNGKIN BISA DIBILANG SEDERHANA. TAPI, INGAT: “JANGAN KAU SEPELEKAN SESUATU YANG KECIL, KARENA SESUNGGUHNYA, GUNUNG ITU TERDIRI DARI BERTUMPUK-TUMPUK PASIR”.
MESKIPUN AWALNYA SANG PEMUDA AGAK SUNGKAN. MUNGKIN INI SIKAP “WASPADA”NYA TERHADAP ORANG YANG BARU DIKENALNYA.
“Ditengah perjalan mencari bahan bakar pemuda tadi ternyata berbalik menawarkan diri untuk mengantarkan saya ke tempat saudara. Akhirnya kami menemukan tempat pengisian bahan bakar dan pemuda itu mengantarkan saya ke tempat tujuan yang ternyata masih sangat jauh. ALLAHU AKBAR…”
TUH KHAN TERBUKTI DECH, KALO TERNYATA ANTUM BISA NEBENG DENGAN SANG PEMUDA YANG DIBAYAR DENGAN BANTUAN ANTUM TADI.
SIMBIOSIS MUTUALISME. SANG PEMUDA MERASA SENANG ATAS BANTUAN ANTUM DAN ADA YANG MENEMANINYA, ANTUM PUN DAPAT NGOJEK DENGAN CUMA-CUMA.
ITULAH SKENARIO DARI AL-HADI. TAK DAPAT QT TEBAK DAN DUGA.
ALLOHU AKBAR!!!
Juli 9, 2008 pada 9:31 am
Didunia aj qt udh mdpt blsan kbaikn dari tindakan qt? Diakhrt pastiny lbh bnyk dr ap yg mgkn qt tdk bs byangkn! Yukz fastabiqul khoirat! Luruskan hati, mantapkn niat. Allah tidak pernah mengingkari janji.
permisi, excuseme, kulonuwon, punten, ngelink blog nya ya…
mkasih .dtnggu ctatan prjalanan hidupny lg yah. Smga bisa saling berbagi dan mengisi dalam hidup dan kehidupan ini.wsalam
Januari 10, 2009 pada 11:59 pm
Ternyata ada banyak orang baik yang belum kita kenal